Pages

Oktober 17, 2008

Wisata dan Olah Kenangan


Me and my lovely husband. ( The pictures background is Bukit Menoreh, Central Java, INDONESIA.2008)



Wisata sekaligus olah kenangan waktu masa kecil dan masa kuliah, merupakan event yang sangat kami tunggu-tunggu setiap waktu liburan seperti ini. Perjalanan dimulai jalan-jalan di sepanjang Jalan Raya Kutowinangun, Kebumen, tempat tanah kelahiran bu Tinug. Pedagang sate Ambal yang pernah kutemui di waktu bu Tinug kecil, ternyata masih ada beberapa yang masih dijumpainya. Tak ada perubahan dari bentuk piranti bakaran sate dengan dingkliknya yang khas. Semua masih seperti dulu. Perubahan terjadi pada wajah Pak Kasno dan teman-teman. Mereka sudah terlihat tua ,setelah kutinggalkan hampir 16 tahun. Disamping deretan tukang sate Ambal ini terdapat toko-toko tua. Hanya warung Asli yang menjual jadah bakar kesukaanku yang lebih kelihatan kokoh bangunannya. Perjalanan dilanjutkan menuju Yogyakarta. Kampus UGM sebenarnya sudah kuincar sejak lama untuk kujadikan objek foto. Hampir selama 16 tahun pula , kakiku tidak menginjak rerumputan di depan Balairung., yang kini kelihatan agak gersang karena panas. Akhirnya disinilah kemudian ......klik ...klik....klik...Puass....dech Akhirnya tercapai juga foto di Balairung. he,he,he....
Me and my lovely campus. (Gadjah Mada University, Yogyakarta, INDONESIA. 2008)
Perjalanan dilanjutkan ke Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah. Terakhir saya ke Candi Borobudur waktu SMP adalah ketika mengadakan wisata dengan kerabat. Berarti sudah hampir 20 tahun saya baru kembali lagi ke candi ini.Tapi kali ini wisata ke candi Borobudur sangat kami nikmati sekali dengan ditemani mas Soni, seorang pemandu wisata yang sangat tinggi dalam pemahaman filosofi dari Candi ini. Kami benar-benar terkesima mendengar semua ulasannya. Hingga tak terasa waktu kami telah habis. Akhirnya kamipun kembali lagi ke Depok keesokan harinya, dengan menyimpan kenangan yang sangat indah.

At Candi Borobudur. (Magelang, Central Java, INDONESIA. 2008 )
Mudah-mudahan tahun depan masih ada kesempatan bagi kami untuk mengunjungi tempat wisata yang lainnya. Amin.

Catatan Kuliner Pulang Kampung


Pulang kampung saat lebaran menjadi acara rutin kami setiap tahun. Disamping bersilahturahmi dengan anggota keluarga yang lain, kami juga selalu mencoba mencatat dan bernostalgia dengan beberapa aneka jajanan di saat kami kecil.

Sungguh sangat mneyenangkan bila saat – saat itu telah dekat dan kami tentu akan bersemangat untuk segera bangun pagi dan menyiapkan segala keperluan kami selama pulang kampung nanti.

Aneka jajan pasar di pasar Kranggan , Yogyakarta.(2008)

Tepatnya tanggal 29 September 2008 jam 05.30 WIB , mobil kami segera meluncur keluar komplek perumahan kami dan segera menuju jalur ke arah tol Cipularang, karena kami memang mengikuti arah jalur Selatan. Arah jalur Selatan menjadi pilihan kami, karena jalurnya lebih hijau dan sejuk.Pemandangan di setiapjalur ini menjadi pemikat kami sehingga kami sangat sayang untuk tidur selama di perjalanan. Pegunungan di sekitar Nagrek dan Tasikmalaya , kebun karet dan pinus yang berjajar rapi disepanjang jalan menuju arah Majenang membuat kami tersihir. Benar – benar kami sangat sayang untuk memejamkan mata karena kantuk, karena pemandangan seperti ini hampir tidak kami temui selama di Depok dan Jakarta.

Waktu maghrib tiba, kami sedang berada di daerah Tambak. Disini kami menjumpai banyak sekali warung –warung yang menyediakan sate bebek dan bebek goreng. Tapi karena anak-anak kami kurang begitu familiar dengan bebek, akhirnya mobil kami terus meluncur hingga Gombong. Untuk sementara buka puasa di dalam mobil, dengan teh kotak dan kue.

Ayam kampung goreng dan bakar Mas Nur, begitu spanduk yang kami baca di sisi kiri jalan. Wah sepertinya enak nich...Kemudian kami coba pesan untuk buka puasa.Wah ternyata enak saudara-saudara...lumayan. Tastenya sama dengan lidah kami.Setelah kami mau beranjak pulang, ternyata pembeli semakin banyak. Ternyata kami tidak salah masuk tenda, sepertinya warung ini memang sudah banyak pelanggannya.

Perjalanan kami lanjutkan ke rumah kami di Kutowinangun. Kami berniat melakukan sholat Idul Fitri di Kutowinangun. Selama di sini kami juga tidak mau melewatkan untuk membeli jajanan khas kota ini, seperti Sate Ambal, Cenil, Lopis, dan lain-lain. Karena masih bulan puasa , kami tidak menemukan Kue Serabi yang sangat gurih dan Bubur Endog kesukaan bu Tinug.

Perjalanan di lanjutkan ke rumah mertua ibu Tinug di Yogyakarta, hari Kamis sorenya. Sepanjang perjalanan menuju Yogyakarta inilah , kami menjumpai beberapa penjual Dawet Ireng di sekitar Prembun, juga penjual buah Bengkuang. Disekitar daerah Prembun dan Wadaslintang, memang kita dapat menemui beberapa sentra penghasil bengkuang. Di daerah Kutoarjo , kami masih mendapati beberapa warung saat kami kecil, seperti Bakso Kombi , Warung nasi Mbok Susah., Toko Lezat, dan lain-lain.Di daerah Temon , kami mendapati beberapa penjual buah Semangka dan Melon.

Menuju daerah Wates dan Sentolo, perjalanan kami sangat tersendat dan macet. Hari sudah mulai gelap, sehingga kami tidak dapat menjumpai beberapa penjual Salak Pondoh di sepanjang jalan ini.

Akhirnya kami sampai di Yogyakarta. Sebelum sampai ke rumah , kami mampir dulu di Warung Bakso Cak Mahmud di Jln. Sultan Agung. Bakso Cak Mahmud merupakan salah satu bakso favourit bu Tinug waktu kuliah di Yogyakrta. Tastenya masih sama dengan yang dulu, Cuma baksonya sekarang agak kecil.he,he,,,,,

Setiap pagi kami selalu coba pasang rencana untuk jalan mencari jajanan kenangan masa dulu. Selain ke pasar Gedong kuning, kami juga jalan menuju pasar Sanmor ( Sunday Morning di UGM), kemudian naik beca menuju Pasar Kranggan. Tujuan kami hanya satu , yaitu mencari kue dan jajan pasar. Alhasil kami pulang dengan membawa bermacam-macam jajan pasar seperti Jadah manten, kue Jongkong, Risoles, Martabak , Cenil, Lopis, Bubur Campur dan lain-lain.

Masa liburan telah usai, kamipun segera pulang ke Depok lagi dengan meninggalkan sejuta kenangan dengan beberapa jajanan pasar.

Oktober 16, 2008

Mangut Ikan Gabus



Mangut ikan gabus ini sangat gurih , pedas dan yang pasti uenakkkkk tenan.
Kebetulan kemarin ada kerabat yang mengirimi kami ikan gabus segar yang sangat besar dan gemuk . Wah...bukan main girangnya hati kami , karena memang kami sangat suka sekali dengan ikan. Kemudian tanpa pikir panjang lagi , kami putuskan untuk dimasak mangut saja. Wah... ccocok banget. !!! Kebetulan masakan ini jarang banget kami membuatnya. Karena ikan gabus sangat sulit kami daptkan di pasar. Kalaupun ada, harganya lumayan mahal. Whaduh....!


Bahan:
1 ekor ikan gabus besar. potong-potong , dibumbui bawang dan garam, lalu goreng.
1 ruas jari jahe
5 siung bawang putih
4 siung bawang berah
1 ruas jari serai
1 ruas jari lengkuas
6 buah cabe keriting
7 buah cabe rawit Jawa bulat
1 buah tomat
daun salam
terasi secukupnya
garam secukupnya
santan kental
santan cair secukupnya

Cara:
Semua bahan dihaluskan, kecuali cabe rawit bulat.
Bumbu halus kemudian ditumis, hingga harum.
Masukkan ikan gorengnya. Aduk.
Masukkan santan cair sedikit.
Kemudian setelah meresap ,masukkan santan kental dan cabe bulat.
Masak kembali dengan api kecil., hinnga bumbu meresap dan gurih.

Bakwan Udang


Bakwan udang merupakan salah satumakanan favourit keluarga. Bahannya sebenarnya sama dengan bakwan sayuran. Hanya pada adonannya diberi tambahan udang cincang. Kemudian pada saat menggoreng tambahkan pula udang cerbung tanpa dikupas. Cara menggoreng bakwan ini dicetak dengan sendok sayur sehingga bakwan memiliki penampilan lebih menarik.


Tips agar bakwan mudah lepas dari sendok cetakan: !!!!
Sebelum sendok cetakan dipergunakan sebagai pencetak. Celupkan terlebih dahulu ke dalam minyak panas beberapa saat. Kemudian isi cetakan dengan adonan bakwan. Lalu goreng berikut sendoknya hingga sendok tenggelam dalam minyak. Setelah beberapa saat lepaskan adonan dari sendok dengan cara sendok digoyang-goyang dalam minyak. Setelah lepas bakwannya , sendok siap diisi adonan kembali.


OK selamat mencuba..ya.

Balung Kuwuk Pedas Manis

Balung Kuwuk sebenarnya hanya istilah saja untuk makanan ini. Balung = tulang .
Kuwuk = sejenis kucing hutan.
Sepertinya karena makanan ini kerasnya sekeras tulang. He,he,... Padahal tidak loh...
Kalau kita dapat memilih singkong yang bagus, pasti Balung Kuwuk ini akan empuk dan gurih.


Bahannya dari singkong yang dikukus, kemudian dirajang tipis. , lalu dijemur hingga kering.
Setelah kering, singkong tadi kemudian digoreng hingga matang. Kemudian dibumbui dengan menggunakan gula merah yang dimasak dengan cabe dan saus tomat.
(He,he,... ngomong - ngomong ini adalah jajanan Bu Tinug waktu di sekolah dasar....Sttttttt!)

Write Your Comment .,Please. !

Write Your Comment .,Please. !
.

Popular Posts

.

.
.
Powered By Blogger

.

Dividers

Sing a Song.....

.
Powered By Blogger

Top Rank Entry

Posts before..........